Yodium Kurang. Otak pun Lumpuh

Gangguan akibat kekurangan yodium seperti penyakit gondok dan kekerdilan (kretinisme) ternyata juga bisa disebabkan oleh polusi udara dan air tanah. Tidak hanya dari limbah industri, polusi yang dimaksudkan juga bisa berasal dari asap kendaraan, limbah rumah tangga, dan pestisida.


Dengan begitu, gangguan akibat kekurangan yodium ini tidak hanya melulu menyerang daerah pegunungan, namun juga rentan terjadi di dataran rendah terutama kota-kota besar, ujar peneliti dari Balai Penelitian Gangguan akibat Kekurangan Yodium (GAKY) Untung S Widodo, Selasa (18/3).

Cemaran dari limbah industri yang berupa logam berat, menurut dia, bahkan memberikan dampak paling parah. Sebab, kontaminasi jenis limbah ini, dapat langsung menyebabkan kelumpuhan otak.

"Jika sudah sampai fase itu, maka penderita pun sudah tidak bisa disembuhkan lagi," ujarnya. Resiko kelumpuhan otak ini rawan menyerang mulai dari janin hingga balita berumur dua tahun. Ini merupakan periode penting dari pertumbuhan anak karena merupakan masa penyempurnaan pembentukan sel-sel otak.

Gangguan akibat kekurangan yodium yang disebabkan polusi ini merupakan hasil penelitian dari BP GAKY pada tahun 2005. Tidak hanya itu, hasil ini pun makin dikukuhkan dengan mulai masuknya pasien-pasien dari berbagai daerah yang mengalami gangguan akibat cemaran polutan tertentu.

Pada tahun 2006 lalu, BP GAKY menerima 14 pasien dari Sidoarjo. Para pasien yang terdiri dari balita dan wanita usia subur ini mengalami kretinisme dan gondok. Diduga, hal ini terjadi karena polusi yang ditimbulkan dari karbondioksida berlebihan, cemaran limbah industri dan limbah rumah tangga yang ada di sekitar mereka.

Selain itu, kekurangan yodium akibat pestisida ditemukan di Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara. Di kabupaten tersebut, dua kecamatan diketahui merupakan daerah endemik sedang dan berat. Daerah endemik berat kekurangan yodium juga terdapat di salah satu kecamatan di Sampit, Kalimantan Tengah. Hal ini terjadi karena cemaran yang ditimbulkan dari limbah industri kayu lapis.

Untung mengatakan bahwa pada tahun 2005, BP GAKY juga menemukan bahwa gangguan akibat kekurangan yodium juga bisa dipicu oleh pemakaian alat kontrasepsi hormonal seperti implant, pil, dan suntik. Pemakaian alat-alat kontrasepsi semacam ini dapat menekan kadar hormon tiroksin dalam tubuh manusia. "Dengan begitu, maka ibu yang menderita gondok diharapkan tidak memakai alat kontrasepsi jenis ini," ujarnya.

Secara umum, untung mengatakan bahwa penyebab kekurangan yodium bisa berasal dari lima faktor. Selain polutan dan alat kontrasepsi, gangguan-gangguan akibat kekurangan yodium ini juga bisa terjadi kurang asupan yodium, terlalu banyak mengonsumsi sayuran yang mengandung zat goitrogenik seperti singkong, pete, dan jengkol, serta keberadaan blocking agent dalam tanah. Blocking agent adalah zat-zat tertentu seperti zat besi dan kalsium berlebihan, yang kemudian mengikat yodium dalam air tanah. Sehingga, pada air yang diminum, kadar yodiumnya sangat rendah.

Sumber : kompas